hai, bagaimana ?
sudahkah kau menemukan jawaban
mengapa kita dipertemukan
setelah kita berpisah di persimpangan,
berjauhan,
dan berbisuan?
apakah kau bisa kembali hangat
meski orang-orang sekitar menghujat,
atau lidahmu justru bersilat
hingga kita tak lagi dekat ?
20.47
21082018
Tuesday, August 21, 2018
Sunday, July 29, 2018
Dibalik jendela
Tutup tiraimu, sayang
Matahari senja itu terlalu terik untukmu
Dia memang indah dari balik jendela
Tapi sungguh dia akan menyakitimu
jika kau buka tirai jendelamu
Percayalah padaku
Dia memang hangat
Tapi dia akan membakarmu
jika kau buka jendelamu
Kau masih tak percaya ?
Amatilah bagaimana dia bercumbu dengan jingga
Lalu kembali ke peraduan
dan meninggalkanmu sendirian
dibalik jendela itu
Sungguh tutuplah jendela dan tiraimu sayang
Apa kau tak ingat bagaimana ia yg katanya mencintaimu saat senja itu membakarmu saat siang ?
Sekali lagi kuingatkan,
Tutuplah jendela dan tiraimu
Biarkan senja berlalu menjadi kelabu, sayang
kau terlalu cantik untuk jadi abu
2.40am 29072018
Matahari senja itu terlalu terik untukmu
Dia memang indah dari balik jendela
Tapi sungguh dia akan menyakitimu
jika kau buka tirai jendelamu
Percayalah padaku
Dia memang hangat
Tapi dia akan membakarmu
jika kau buka jendelamu
Kau masih tak percaya ?
Amatilah bagaimana dia bercumbu dengan jingga
Lalu kembali ke peraduan
dan meninggalkanmu sendirian
dibalik jendela itu
Sungguh tutuplah jendela dan tiraimu sayang
Apa kau tak ingat bagaimana ia yg katanya mencintaimu saat senja itu membakarmu saat siang ?
Sekali lagi kuingatkan,
Tutuplah jendela dan tiraimu
Biarkan senja berlalu menjadi kelabu, sayang
kau terlalu cantik untuk jadi abu
2.40am 29072018
Thursday, July 26, 2018
Senja Seluma
Senja disini berbeda dengan senja yang biasa ia
temui di ibukota. Indah, jingga, dan menenangkan. Sungguh, Maha Besar Tuhan
yang telah menciptakan senja begitu cantik di sini. Senja disini seperti
seorang gadis menanti lelakinya. Selalu kembali dengan rona jingga yang sama.
Mendebarkan, mengesankan. Tak peduli hujan yang muncul siang tadi, senja selalu
hadir menyenangkan. Senja yang begitu memikat menjadi pengingat untuk
istirahat. Senja seringkali membangkitkan sendu meski tak jarang memunculkan
rindu. Senja selalu bisa menderingkan lagu rindu dalam kepalanya. Rindu pada
ibukota ? Bukan. Rindu pada sesosok lelaki berpunggung indah yang berada di
kabupaten sebelah. Lelaki yang sama seperti senja. Sendu, namun memukau dan
membuat rindu.
“Ini senja
di Seluma, bagaimana senja di sana ?”
“…”
“Kau tau, aku baru saja bermain-main di pantai,
aku bertemu nelayan yang membawa ikan pari. Ini fotonya. Pantainya masih sepi, memang
tak sebagus pantai di kota, tapi sungguh menenangkan.”
“…”
“Ah iyaa,
tadi aku terjatuh dari sepeda motor.”
“…”
“Kau harus
menyempatkan berlibur yaa.”
“Tak bisakah
kau diam? Kita disini bukan untuk berlibur.”
“Ah iyaa,
maaf…”
Sendu.
Namun, ia memilih untuk mengabaikan perasaan
itu. Baginya, sudah sewajarnya laki-laki itu mengatakan demikian karena
tanggung jawab yang dipikulnya. Dan ia memilih bahagia bersama teman-temannya.
Kali ini saja. Sekali ini saja, meski perih di kakinya semakin terasa.
20180719_17.38
Friday, May 11, 2018
April
April
(Fiersa Besari)
Coba tanya hatimu sekali lagi
Sebelum engkau benar-benar pergi
Masihkah ada aku di dalamnya
Karena hatiku masih menyimpanmu
Kisah kita memang baru sebentar
Namun kesan terukir sangat indah
Ku memang bukan manusia sempurna
Tapi tak pernah berhenti mencoba
Membuatmu tersenyum
walau tak pernah berbalas
Bahagiamu juga bahagiaku
Saat kau terlalu rapuh
Pundak siapa yang tersandar
Tangan siapa yang tak melepas
Kuyakin aku...
Bahkan saat kau memilih
Untuk meninggalkan aku
Tak pernah lelah menanti
Karena kuyakin...
Kau akan kembali
Ada engkau dalam setiap doaku
Sungguh aku rindu berbagi tawa
Kini kita tidak lagi menyapa
Biarlah hanya dari kejauhan
Melihatmu tersenyum
Walau tak pernah berbalas
Bahagiamu juga bahagiaku
Saat kau terlalu rapuh
Pundak siapa yang tersandar
Tangan siapa yang tak melepas
Kuyakin aku...
Bahkan saat kau memilih
Untuk meninggalkan aku
Tak pernah lelah menanti
Meski ku dan kau tak akan kembali.
Masih berharap
Karena kuyakin..
kau akan kembali
Tuesday, May 8, 2018
Tiang
Kau masih ingat bangunan itu ?
Waktu kau pergi,
dia hancur
Tapi Tiangnya masih berdiri
masih bisa diperbaiki
Waktu kau kembali,
bangunan itu sudah hampir jadi,
tinggal poles sana poles sini
Tapi ada saja orang yang coba
meruntuhkan bangunan itu lagi
Lalu kau pergi lagi
Orang tadi masih tidak menyerah,
Dan lihatlah sekarang,
Bangunan yang kujaga itu hancur,
bahkan Tiangnya yang kokoh pun hilang
Maafkan aku
8052018
Waktu kau pergi,
dia hancur
Tapi Tiangnya masih berdiri
masih bisa diperbaiki
Waktu kau kembali,
bangunan itu sudah hampir jadi,
tinggal poles sana poles sini
Tapi ada saja orang yang coba
meruntuhkan bangunan itu lagi
Lalu kau pergi lagi
Orang tadi masih tidak menyerah,
Dan lihatlah sekarang,
Bangunan yang kujaga itu hancur,
bahkan Tiangnya yang kokoh pun hilang
Maafkan aku
8052018
Purnama Terbit
Kau suka bulan ?
Sangat
Kau suka langit malam ?
Aku lebih suka langit terang
Eh tidak, aku lebih suka langit mendung
Kenapa?
Sejuk, teduh
Kau tau apa yang indah dari langit malam ?
Apa itu?
Bulan purnama saat terbit, cantik
19042018
Sangat
Kau suka langit malam ?
Aku lebih suka langit terang
Eh tidak, aku lebih suka langit mendung
Kenapa?
Sejuk, teduh
Kau tau apa yang indah dari langit malam ?
Apa itu?
Bulan purnama saat terbit, cantik
19042018
Monday, May 7, 2018
temaram
bulan malam ini benderang
ah tidak juga, hanya saja ia merona
kemerahan
dan aku melihatmu
bersepeda
di bawah lampu
temaram
2/5/2018
9.10 pm
ah tidak juga, hanya saja ia merona
kemerahan
dan aku melihatmu
bersepeda
di bawah lampu
temaram
2/5/2018
9.10 pm
Subscribe to:
Posts (Atom)