Friday, February 27, 2015

Explanation text - Solar Eclipse

How does solar eclipse occur?

A solar eclipse occurs when the moon passes between the sun and the earth. This can only happen  when duration new moon. The moon may partially or entirely block the sun during solar eclipse. At this time, the shadow of the moon falls on the earth. When the outer shadow or the penumbra of the moon falls on the earth a partial solar eclipse is witnessed. Partial eclipses occur when the moon is not completely in line with the sun and the earth. When the inner shadow or the umbra of the moon falls on the earth a total solar eclipse occurs. At this time, the moon completely blocks the view of the sun.
Sometimes when the sun and the moon are exactly in line the appearance size of the moon is smaller than the sun does the sun appears as a bright ring or annulus and we witness an annular eclipse.
Solar eclipse do not occurs very often, this is primarily because the moon orbit is titled at an angle of 5 degrees. As the moon revols around the earth it is quiet rare for the sun, the moon, and the earth to fall in straight line.

An eclipse is a natural phenomenon. Nevertheless, in some ancient and modern cultures, solar eclipses have been attributed to supernatural causes or regarded as bad omens. A total solar eclipse can be frightening to people who are unaware of its astronomical explanation, as the Sun seems to disappear during the day and the sky darkens in a matter of minutes. Looking directly at the sun when solar eclipse occurs can lead eye damage even blindness because of the intense visible and invisible radiation that the photosphere emits. So we must use any optical aid like telescope and eclipse glasses when looking solar eclipse.

Mengapa

Mengapa

Mengapa kau menyukaiku?
                        Mata kecil itu bertanya menggoda
Karena, Allah pemegang hati manusia
Dan hatiku sejak dulu
diatur suka padamu
Kamu bisa menanyakan pada Allah
Kenapa membuat hatiku
bisa menyukaimu
                        Dan mata kecil itu basah


9/2/2015 
09:59:37 pm

Friday, February 13, 2015

Tanda Bahaya Perubahan Warna Lidah

Tanda Bahaya Perubahan Warna Lidah
http://bdev.okezone.com/delivery/lg.php?bannerid=2342&campaignid=1200&zoneid=1850&loc=1&referer=http%3A%2F%2Flifestyle.okezone.com%2Fread%2F2014%2F12%2F16%2F481%2F1079962%2Ftanda-bahaya-perubahan-warna-lidah&cb=f8fcae0db3


LIDAH menjadi bagian vital di area mulut. Maka patut diwaspadai bila terjadi perubahan lidah yang dikhawatirkan dapat menyebabkan penyakit tertentu. Berikut tanda perubahan lidah dan segala penyebabnya seperti dilansir Womenshealthmag.
Lidah halus dengan permukaan pucat
Seharusnya bentuk lidah sedikit begelombang. Tetapi jika terlalu halus bisa jadi Anda kekurangan vitamin B12 dan zat besi.
Lidah berwarna hitam
Karena kurang perawatan lidah Anda dapat berubah menjadi berwarna hitam seperti berbulu. Biasanya hal ini terjadi karena tanda infeksi jamur. Dikatakan oleh Steven Lamm seorang internis dari New York University bahwa, kesehatan mulut yang buruk dapat berisiko terhadap penyakit jantung. Bahkan ada kemungkinan pula Anda mengidap diabetes.
Lidah membengkak
Jika Anda merasakan lidah membengkak bisa menunjukkan bahwa Anda menderita hipotiroidisme. Artinya tubuh Anda tidak dapat memproduksi hormon tiroid yang cukup sehingga memperlambat metabolisme.
Lidah pecah-pecah
Hal ini kerap terjadi bila sistem imunitas Anda menurun. Ternyata masalah ini disebabkan oleh gangguan autoimun yang membuat lidah Anda retak atau terdapat lekukan di sisi permukaan lidah
Lidah berwarna putih
Kasus seperti ini sering dialami oleh bayi karena minum susu formula. Penting diperhatikan bahwa lidah yang berubah menjadi putih sebagai tanda infeksi jamur yang merupakan petunjuk penumpukan bakteri atau jamur di area mulut.
Sering sariawan
Lidah sariawan tentu membuat emosi kita meningkat. Biasanya hal ini disebabkan oleh pikiran stres, mengkonsumsi makanan pedas atau sistem imunitas tubuh menurun. Untuk mengatasinya oleskan salep OTC di bagian luka sariawan agar tidak terjadi masalah berkelanjutan.

(ren)
www.okezone.com 

Thursday, February 12, 2015

Laporan Praktikum Biologi - Fermentasi Alkohol

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
FERMENTASI ALKOHOL



Disusun oleh:
1.    Brilian Pungky Widodo       (09)
2.    Fakhrul Amal                      (13)
3.    Indriani Wijaya                    (15)
4.    Noza Millatul Kafa               (22)

Kelas XII IPA 1


SMA Negeri 2 Semarang
Tahun Ajaran 2014/2015



I.              JUDUL
Percobaan Fermentasi Alkohol

II.            TUJUAN
Membuktikan bahwa fermentasi alkohol menghasilkan etanol (C2H5OH), CO2, dan ATP.

III.           LANDASAN TEORI
Respirasi adalah salah satu bentuk katabolisme atau proses penguraian senyawa kompleks menjadi sederhana yang menghasilkan energi. Berdasarkan kebutuhan O2, respirasi terbagi menjadi 2 yaitu:
·         Respirasi Aerob yang membutuhkan O2
·         Respirasi An aerob/ fermentasi yang tidak membutuhkan O2. Berdasarkan hasil reaksinya, fermentasi dibedakan menjadi 2. Yaitu:
o   Fermentasi asam laktat
Terjadi di dalam sel hewan.
C6H12O6  →  2C3H6O3 + 2 ATP
o   Fermentasi alkohol
Terjadi di dalam sel tumbuhan.
C6H12O6  →  2C2H5OH + 2 CO2 + 2 ATP

IV.          VARIABEL
Variabel kontrol dari percobaan ini adalah fermipan atau ragi roti.
Variabel bebas dari percobaan ini adalah fenolftalein, glukosa dan air kapur.
Variabel terikat dari percobaan ini adalah bau, suhu, busa, perubahan warna, serta endapan.

V.           ALAT DAN BAHAN

A.   Alat
1.    2 botol bekas air mineral 600 mL yang berwarna bening
2.    Sedotan yang bisa ditekuk
3.    Plastisin
4.    Termometer
B.   Bahan
1.    Air Kapur
2.    Larutan Glukosa
3.    Fermipan / ragi roti
4.    Fenolftalein


VI.          CARA KERJA
1.    Merangkai alat dan bahan seperti gambar berikut:


 


 

 2.    Mengamati perubahan yang terjadi pada tabung B dan mencatat hasilnya dalam tabel berikut:
Tabung
Sebelum eksperimen
Setelah eksperimen
A (Glukosa + Fermipan)
Bau
Bau
Suhu
Suhu
Busa
Busa
B (Air Kapur + Fenolftalein)
Warna
Warna
Endapan
Endapan


VII.         HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil pengamatan adalah sebagai berikut:

Tabung
Sebelum eksperimen
Setelah eksperimen
A (Glukosa + Fermipan)
Bau   : seperti bau tape
Bau   : seperti bau tape , tetapi lebih menyengat
Suhu : 30o
Suhu : 31o
Busa : -
Busa : ++++
B (Air Kapur + Fenolftalein)
Warna      : merah muda
Warna     : putih bening
Endapan  : -
Endapan : +

Fermentasi alkohol menghasilkan etanol dibuktikan dengan bau tabung A setelah reaksi yang seperti bau tape namun lebih menyengat. Bau tersebut adalah bau etanol.
Fermentasi alkohol menghasilkan ATP dibuktikan dengan adanya peningkatan suhu dari 30 oC menjadi 31 oC.
Fermentasi alkohol juga menghasilkan CO2. Hal ini terbukti dari tabung B yang berisi air kapur semula berwana merah muda namun lama-kelamaan berubah menjadi bening. Perubahan tersebut dikarenakan air kapur dapat mengikat CO2. Pengikatan ini kemudian menghasilkan H2O yang terbukti dengan adanya gelembung pada tabung B dan juga endapan CaCO3. Perubahan ini sesuai dengan reaksi berikut:
Ca(OH)2 + CO2 → CaCO3 + H2O

VIII.       KESIMPULAN
Fermentasi alkohol menghasilkan etanol (C2H5OH), CO2, dan ATP. Hal ini sesuai dengan reaksi sebagai berikut:

C6H12O6 → 2C2H5OH +2CO2 + 2ATP