Showing posts with label unforgettable. Show all posts
Showing posts with label unforgettable. Show all posts

Sunday, July 21, 2019

Mencintai Tak Pernah Mudah, Dicintai Tak Selalu Indah (4)

"Aku sudah memutuskan untuk bersamamu."
"Apakah kamu yakin bahwa aku bukan pelarian, pelampiasan, ya sejenis itu ?"
"Apakah kamu merasa apa yang kulakukan untukmu adalah sesuatu yang kubuat-buat ? Aku rasa itu cukup untuk menjawab bahwa kamu bukan pelarian."

***

Aku bermain licik saat itu. Ah bukan licik juga. Hei, menutupi kebenaran untuk permainan di mana kita harus menutupi jati diri kita bukan sesuatu yang salah bukan ? Begitulah, aku yang sebenarnya berperan sebagai Spy, mengeluarkan kartu hitam saat bermain berdua dengannya yang berperan sebagai Resistance. Mungkin muka polos dan sebagai yang lebih tua dibanding pemain lainnya membuat mereka percaya bahwa aku adalah pemegang kartu merah. Takut kalah sebetulnya karena aku membuka jati diriku di awal permainan. Untung ada anak itu yang bisa dijadikan kambing hitam ehehe. 

Sambil bermain, sebagian di antara kami memasak dan permainan dihentikan ketika makanan sudah siap. Aku lupa menu hari itu apa, sepertinya capcay. Tidak, aku tidak makan berdua dengannya lagi. Setelah sarapan selesai, briefing pun dimulai. Hari itu kami kembali terbagi menjadi dua tim, satu tim di Desa A dan satu tim di Desa B. Personil di dalam tim ditukar. Aku dan ketiga temanku serta dua orang adik tingkat (iya, salah satunya adalah dia) bertugas di Desa B. Total 6 orang, 3 laki-laki, 3 perempuan.

Perjalanan ke Desa B tidak terlalu sulit sebetulnya. Hanya saja medan yang menanjak membuat kami yang lebih tua menjadi lebih mudah lelah, "Dasar adik-adik gak tahu diri, masa yang sudah tua disuruh naik-naik". Ada beberapa barang yang kami bawa, cemilan, buku, kitab, juga satu bak air. Di tengah perjalanan, ada dua jalur yang bisa kami tempuh, satu jalur yang lebih landai dengan kondisi jalan yang sudah rapi berbatu namun sedikit jauh, dan satu jalur yang terjal dengan kondisi menerobos perkebunan, namun lebih dekat. Di persimpangan itu kami berhenti. Adik tingkat menyarankan untuk menerobos perkebunan karena dia sering lewat situ dan lebih dekat. Aku dan dua teman perempuanku sedikit keberatan karena medan yang terlihat seolah longsor jika kami lewati. Kami pun memilih jalur yang berbeda. Adik tingkat tadi dan teman laki-lakiku memilih menerobos perkebunan. Sementara aku dan teman-teman perempuanku memilih lewat jalur biasa. Satu orang kebingungan harus memilih yang mana. Dengan membawa bak air yang cukup besar, setelah lama memandangi jalur yang harus dipilih, akhirnya dia ikut berjalan di belakang kami melewati jalur biasa. "Biar ada yang jagain juga"

"Jadi gimana pembagian ngajarnya nih?
"Aku mau kelas yang paling rendah ya, TK, SD 123 aja"
"Kamu ngajar ngaji anak-anak yang udah gede aja yaa, aku gak jago nih."

Aku sengaja lambat-lambat dalam memilih. Mengambil pilihan yang tersisa saja. Anak-anak terbagi menjadi tiga kelompok, dua kelompok sudah diambil temanku dan tinggal satu kelompok. Akhirnya aku dan anak itu mengajar kelompok tengah ini. Wangi yang lembut, suara berat dan canggung itu pun semakin akrab tersentuh.

Pembelajaran selesai, saatnya pengumuman pemenang dan juga pembagian hadiah. Ada foto bersama juga, termasuk pengambilan sebuah foto yang di kemudian hari nanti akan jadi sesuatu yang berkesan dalam lingkungan kami. 

Sebelum kembali ke basecamp, kami membersihkan mushola yang baru saja kami pakai. Menyapu, mengepel, yaa semacam itu. Tak disangka kain pel yang kami gunakan luntur dan membekas di tanganku, warna ungu. "bisa hilang gak kak ?"  "bisa, cuma gak tau kapan, udah kucuci berkali-kali belum hilang. Udah selesai ? Pulang yuk, aku piket masak nih."

Di perjalanan pulang, kami bertemu ketua RT tepat di spot foto favorit kami. Untuk kenang-kenangan, kami meminta tolong pada pak RT untuk memotret kami. Voila. Dia di sebelahku.
Perjalanan pulang, ia berada di paling belakang barisan. Kali ini kami lewat jalan yang lain, berbeda dengan saat berangkat, menerobos perkebunan, entah akan sampai ke basecamp atau tidak.

***

Sebenarnya aku ingin menceritakan perjalanan tiga malam dua hari itu dengan lengkap, tapi sepertinya akan membosankan. Aku cukupkan saja tentang perjalanan itu ya. Perjalanan yang mungkin akan kuingat seumur hidupku (Aku sekarang 22 tahun, yaa mungkin cukup akan kuingat 22 tahun lagi saja. Tidak lebih.) Tentang apa yang terjadi setelah itu, ya kami berempat belas pulang naik angkot dan kereta. Di stasiun, dia minum teh kotak blueberry (sepertinya, entah apa rasanya, warna kemasannya ungu). Dari stasiun menuju tempat tinggal, kami satu mobil, aku di sebelahnya. Kami tidak langsung sampai ke tempat tinggal masing-masing. Kami turun di kampus, lalu berjalan ke tempat tinggal kami. Aku dan dia searah, jadi kami beriringan. Canggung, sedikit. Ada beberapa percakapan basa-basi, hanya saja aku lupa tentang apa. Aku sampai di tempat tinggalku, dan dia melanjutkan perjalanannya, berpisah dengan canggung. 



Bersambung, 
2:58am.160719

Thursday, July 11, 2019

Mencintai Tak Pernah Mudah, Dicintai Tak Selalu Indah (3)

"Benar kata orang, jatuh cinta itu sekian detik saja bisa, merawatnya yang susah."

***




Sabtu sore, aku dan beberapa kawanku yang lain mengajar anak-anak di desa itu. Ada dua desa yang kami kunjungi. Sebut saja desa A dan desa B. Desa A tempat kami menginap penduduknya lebih banyak. Lokasinya pun bisa terbilang lebih mudah dijangkau daripada desa B yang berada di dataran yang lebih tinggi. Kami terbagi menjadi dua kelompok dalam kegiatan ini. Aku di desa A bersama teman-temanku yang seangkatan dan dua adik tingkat. Sedangkan yang lain mengajar di desa B. 

Sungguh terasa sekali perbedaan anak-anak di desa dan di kota. Di desa, anak-anak masih sulit menangkap materi pembelajaran yang diberikan. Hanya satu-dua saja yang mampu mengerti dengan mudah. Namun, semangat mereka patut mendapatkan apresiasi. Hadir tepat waktu, berpenampilan rapi, dan menyiapkan alat tulis mereka -yang pada akhirnya aku tahu bahwa kebanyakan dari mereka kekurangan buku tulis. Begitulah, di masjid Desa A yang menjadi titik kumpul warga-warga ini kami bisa berbagi ilmu dengan adik-adik itu. Materi yang diajarkan ? tidak jauh dari materi akademik. matematika, IPA, kebersihan dan kesehatan. Sungguh, rasanya bahagia sekali bisa berbagi dengan mereka. Melihat mereka tertawa, tersenyum, malu-malu, tersipu, bingung, ah banyak sekali ekspresi yang mereka tunjukkan. Tuhan sangat berbaik hati mempertemukan aku dengan mereka saat aku sedang dalam masa-masa kehilangan semangat.  

Malam itu kami makan nasi dengan lauk spagetti dan krupuk sebagai pelengkap. Ya, hujatlah, toh yang penting kami makan. Kali ini aku tidak makan bersama anak itu lagi. Dia makan sendirian. Ketika semuanya sudah selesai makan, tinggal aku saja yang belum selesai sampai ditinggalkan oleh partner makanku. "kamu memang harus makan bareng si anu deh biar ada yang nungguin."

"Jadi besok kita tukar ya kak, yang tadi di Desa A, besok ke Desa B."
"Tapi kan aku gak tau kalian tadi mengajarkan apa di Desa B ?"
"Emm gimana ya, oh gini aja kak, kita tukar soal aja, jadi aku buat soal untuk Desa B, kakak buat soal untuk Desa A. nah nanti kita tukar."
"Oke, setuju." 
"Eh kak, si anu mau ikut ke desa B lagi yaa. Katanya masih penasaran sama kembang desanya."

Malam itu, adik-adik tingkatku itu bermain kartu Spy-Resistance di homestay kami. Aku sangat lelah dan ingin tidur sebetulnya, tapi mereka masih betah main. Anak itu selalu dituduh jadi orang jahat. Kasihan sekali. Setelah aku mandi dan kurasa terlalu malam untuk mereka main, aku menyuruh mereka pergi. 

***

Pagi ini dimulai dengan memotong-motong sayur dan memasak. Tidak, bukan aku yang memasak, aku hanya membantu saja. Adik-adik tingkat itu datang lagi dan memainkan hal yang sama. Awalnya aku tidak tertarik, tapi sepertinya asik. 

"Jadi gini kak, ada Spy ada Resistance. Spy bisa mengeluarkan kartu merah dan hitam. tapi Resistance hanya bisa merah. Resistance harus menebak siapa Spy. kakak bisa milih beberapa orang buat diajak main, sesuai ketentuan. poinnya dihitung dari berapa banyak kartu muncul. jika kartu yang muncul semuanya merah, maka satu poin untuk resistance. namun jika kartu hitam muncul, maka satu poin untuk Spy."
"Oke."
"Mulai dari anu ya, pilih satu orang buat diajak main. 
"Aku mau ajak kakak."

...

di matamu, aku menemukan binar itu kembali. 
hatiku bilang akan menyimpan momen ini. 


Bersambung. 1107


Saturday, July 6, 2019

Mencintai Tak Pernah Mudah, Dicintai Tak Selalu Indah (2)

"Kalau disuruh memilih antara dicintai atau mencintai, kamu akan memilih yang mana ?" sebuah pertanyaan masuk ke salah satu akun tanya jawab milikku. 

"Buat seorang perempuan, lebih baik ia dicintai daripada mencintai, karena orang yang mencintai akan memperlakukan orang yang dicintai dengan sebaik-baiknya. perempuan itu kalau sudah cinta biasanya susah move on. beruntung jika yang ia cintai adalah orang yang baik, jika tidak ? bisa jadi sakit hati dan mungkin cedera fisik juga kan ? jika perempuan itu dicintai, dia pasti diperlakukan dengan baik oleh laki-laki yang mencintainya. Tapi tak ada salahnya mencintai, karena dengan mencintai, seseorang bisa lebih peka terhadap perasaan orang lain, lebih banyak berbuat baik karena orang yang mencintai selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk yang dia cintai." jawabku saat itu 


***
x



Tahun terakhirku di universitas begitu banyak kejadian yang mungkin tak bisa kulupakan. Kesibukan non akademik yang bertumpuk diikuti kesibukan akademik saat semester ganjil membuatku kuwalahan. Di tahun terakhir ini aku sekelas dengan seseorang yang sangat aku idamkan sejak masa orientasi. Aku tentu saja bahagia, tetapi sepertinya dia tidak. Ah sudahlah. Setelah dua semester sebelumnya aku benar-benar berjuang untuk sembuh dan hampir berhasil, sekarang dunia seakan mempermainkan aku dengan menyatukan kami dalam satu kelas. Ya benar, kami pernah sedekat Minggu ke Senin sebelum sejauh Senin ke Minggu. Seseorang yang aku sukai, namun masih terbayang trauma masa lalu. Kami tak pernah memulai, pun mengakhiri. Hanya tiba-tiba saja kami tak lagi saling menyapa karena sebuah salah paham dan aku melihatnya bersama gadis lain. Kejadian itu terjadi pada tahun keduaku di universitas. Pada tahun keempat ini, sebut saja hubungan kami sudah membaik kembali meski sesekali pertengkaran kecil tak terhindari. Tidak, kami tidak menjalin hubungan apapun. Aku menyukainya, namun dia masih menyukai gadis itu. 

"Kak, bisa ikut peninjauan ?"
"Kapan?"
"Akhir bulan ini kak."
"Baiklah, sepertinya bisa."

Akhir bulan 11 aku mengikuti sebuah peninjauan kegiatan sosial UKM yang aku ikuti. Pesertanya, aku dan 3 orang teman seangkatanku, dan sisanya adalah adik tingkat. Ada satu anak yang tidak pernah kulihat sebelumnya ikut dalam kegiatan ini. Dia memang terdaftar dalam kepanitiaan, tapi melihat batang hidungnya muncul pun seingatku hanya sekali saat rapat persiapan. Dia tidak pernah mengikuti event yang diselenggarakan. Namun, aku sangat hafal dengan anak ini. Bagaimana tidak, karena dia aku harus repot-repot menjelaskan bahkan hampir bertengkar dengan koordinator yang lain dan mitra kami dalam mencari dana kegiatan. Aku pun tak begitu menggubrisnya karena dia juga terlihat pendiam. 

Kami berangkat peninjauan pada malam hari. Aku sudah bertemu anak itu lebih dulu di lampu merah yang harus kami sebrangi untuk sampai di titik kumpul. Hampir saja kami tertinggal kereta menuju tempat kegiatan. Syukurlah, Tuhan masih berbaik hati dan merestui niat baik kami. Kami sampai di desa tujuan pada pagi hari. Kami beristirahat sebentar sambil membahas tentang kegiatan kami. Kegiatan yang akan kami lakukan adalah mengajar siswa SD. Ya benar, aku menjadi partner anak itu mengajar. Ragu sebetulnya, yah terima sajalah. Sebenarnya secara fisik anak itu menarik, melihat dia aku merasa seperti melihat orang yang aku sukai sejak masa orientasi tadi. Sejenak aku terpana saat dia mempraktikkan materi yang akan kami ajarkan. Aku jadi tahu tanggal lahirnya dan ternyata kami lahir di bulan yang sama. Selesai briefing, kami sarapan. Sudah menjadi kebiasaan dalam kegiatan kami ini bahwa ketika makan, maka kami akan makan bersama. Satu piring untuk berdua dan biasanya dengan orang berjenis kelamin sama. Sialnya atau justru untungnya, jumlah kami sekarang ganjil dan satu temanku sudah memutuskan untuk makan sendiri. Aku terlambat datang dan hanya tinggal anak itu yang belum mendapat pasangan makan. 

"Kak, makan", dia memanggilku.
"Iya." sahutku sambil mengambil tempat duduk di depannya. 

Meskipun dia ini laki-laki, namun makannya lambat sekali, sama sepertiku -aku lebih lambat dari dia. Jadilah kami sebagai orang terakhir yang selesai makan. Saat itu, rasa kesalku kepada dia sudah berkurang. 

Kami pun menuju sekolah tempat kami akan mengajar. Surprise! Semua rencana tidak bisa dilakukan karena anak-anak sekolah itu sudah pulang. Jadilah kami hanya menemani mereka bermain sepakbola dan kasti. Dia ikut nimbrung bermain sepakbola juga. Hmm, menarik. 

Sepulangnya, kami mampir ke rumah Ibu Kepala Sekolah.  Di sana kami disuguhi berbagai buah-buahan. Anak itu datang belakangan dan duduk di belakangku. Dia makan buah yang disajikan cukup banyak, jika tidak salah ingat aku sempat menuangkan minum untuknya. Setelah dirasa cukup, kami kembali ke homestay dan makan siang. Lagi-lagi aku harus makan berpasangan dengannya. Kali ini, dia tidak bisa menghabiskan makanan seperti saat sarapan karena sudah kekenyangan makan buah tadi. Tapi tetap kupaksa dia menghabiskan makanan. "Kan kamu laki-laki", kataku.


... 

Bersambung.

6719
   

Friday, May 10, 2019

Layu

mendung menggantung
tetes air bergelung menunggu jatuh 
detak jam tak henti menunggu
hati masih meragu

detak jam mulai tak sabar
kaki melangkah dengan gentar
masih, awan mempermainkan
air bergelung dalam sangkar

detak jam berhenti
menatap dalam penuh arti
kaki terpaku pada bumi
jemari meronta hendak pergi

detak jam melambat
membiarkan jemari tertambat
kaki meronta tak kuat
sepasang mata menahan lekat

gelap


10052019-0:16



Sunday, March 10, 2019

Mencintai Tak Pernah Mudah, Dicintai Tak Selalu Indah

     Seorang laki-laki pernah berkata kepadaku bahwa ia ingin dicintai sebagaimana ia mencintai seorang gadis. Ia bilang ia mulai lelah tak pernah diindahkan oleh gadis pujaannya itu. Katanya, ia sudah melakukan banyak hal untuk gadis itu. Meninggalkan rumahnya, menemani gadis itu membuat skripsi, membantunya membuat jurnal, hingga ia sempat keteteran dengan skripsinya sendiri. Namun gadis itu tak pernah melakukan apapun untuknya. Lelaki itu merasa lelah dan seakan putus asa. Dia bilang padaku, "Apa yang laki-laki lain miliki, tapi tidak aku miliki sampai-sampai tidak ada yang tertarik padaku?"

       Seorang gadis pernah bercerita kepadaku bagaimana ia begitu menyayangi seorang lelaki. Lelaki itu pernah hadir lebih dari sekedar teman bicara dalam hidupnya. Gadis itu sangat mempercayai lelaki itu, namun tidak sebaliknya. Sebuah salah paham menyelesaikan mereka. Gadis itu tetap bertahan, tapi yang ditahan tetap tak ingin tinggal. Terus menyayangi sang lelaki membuat gadis itu lelah. Katanya, dia ingin ada seorang lelaki yang menyayanginya dan percaya kepadanya, tetap tinggal dan menerima dia apa adanya.

      Satu lelaki yang lain menceritakan kekecewaannya terhadap pasangannya yang dia anggap tak bisa mempercayainya. Laki-laki itu memiliki sebuah kebiasaan buruk yang terus diulang meskipun dia sudah meminta maaf pada gadisnya. Hingga suatu hari mereka memutuskan untuk berpisah. "Bukankah sebenarnya kalian masih bisa bersama? Menurutku kalian sudah bisa saling menerima.", tanyaku padanya. Dia bilang,  "Untuk apa ia menghabiskan waktunya bersama orang yang tidak dia percayai dan terus-menerus curiga. Aku butuh dipercayai kembali."  

       Satu gadis yang lain bercerita bahwa ia sedang menyukai seseorang. Seseorang ini begitu dekat dalam kehidupan sosialnya. Mereka berteman akrab, sering bersama dalam suatu kepanitiaan. Ah siapa sangka perasaan itu tiba-tiba muncul. Nyaman katanya. Tapi gadis itu takut menunjukkan rasa sukanya. "Dia terlalu tinggi untuk kuraih. Aku hanya akan menghambat impian-impian besarnya. dia terlalu hebat untuk aku yang kadang sambat." Gadis itu tak sadar bahwa dia lebih hebat dari yang dia kira. Dia memiliki kontrol diri yang bagus untuk seorang gadis yang sedang menyukai seseorang. 

     Laki-laki yang lain berkata kepadaku bahwa ia menyukai seseorang. Tapi di umurnya yang sekarang, dia lebih ingin fokus terhadap karirnya dan sedikit mengesampingkan masalah suka-menyukai. Dia patah hati ketika mengetahui bahwa gadis yang disukainya ternyata baru saja menjalin hubungan dengan seseorang yang lain. Akhirnya dia memilih untuk menutup akses gadis itu terhadap akun sosial medianya. 

     Gadis lain mengatakan bahwa ia begitu bodoh menyukai seseorang yang mengabaikannya. Padahal mereka dahulu pernah begitu dekat dan secara implisit laki-laki itu menyatakan bahwa mereka memang dekat. Namun, kedekatan mereka berubah. Laki-laki itu mulai menghilang. Tak sepenuhnya hilang memang, tapi dia tak ubahnya patung es yang selalu dingin saat disentuh oleh si gadis. Namun berubah jadi hangat jika disentuh orang lain. Meskipun demikian, gadis itu tak putus asa. Masih menunggu meski yang ditunggu mungkin masih terikat masa lalu.

       Satu laki-laki bercerita padaku bahwa ia sedang disukai seorang gadis. Gadis itu memang tak pernah bilang, tapi laki-laki ini begitu peka dengan sekitarnya. "Lalu apa yang akan kamu lakukan ?" tanyaku. Laki-laki itu menjawab bahwa ia hanya tidak ingin menyakiti orang lain lagi. Sudah cukup baginya di umur yang sekarang untuk main-main dengan perasaan. Banyak yang menyukainya memang. "Aku hanya tidak ingin memberikan apa-apa. Ketika aku sudah menjalin hubungan dengan seseorang aku tidak ingin meninggalkan kesan buruk bagi orang lain. Rasanya ingin menghilang." kata lelaki itu. 

        Gadis lain bercerita bahwa ia sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Seseorang yang baru saja dikenalnya meskipun ia sudah sering mendengar nama laki-laki itu. Namun, ia tak pernah tenang dengan hubungannya. Hantu-hantu masa lalu tak pernah meninggalkan kepalanya. Selalu diselimuti ketakutan akan trauma yang terulang. Ia takut lelaki ini akan meninggalkannya sama seperti tiga orang sebelumnya yang tak bisa lepas dari kenangan masa lalu. Ia tak ingin kehilangan lagi. Tapi berada di lingkungan yang memandang sebelah mata hubungan antara laki-laki dan perempuan yang belum sah menyebabkan hatinya meragu. Yaa, ia ingin mengakhiri hubungan itu, namun belum mampu.


Rumit bukan kisah-kisah yang kuceritakan ? Tidak, tidak rumit jika kau hanya membacanya saja. Tapi sungguh mencintai tak pernah mudah, pun dicintai tak pernah selalu indah. Kadang dicintai justru membuat kita terbebani ketika kita tahu/sadar kita tak bisa membalas hati. Pun sebaliknya, nelangsa ketika mencintai seseorang yang tak bisa memberikan perasaan yang sama. Bahkan, sudah mencintai dan dicintai pun ternyata kita masih perlu rasa percaya. 
Suka-cinta rupanya bukan perihal hati saja, namun juga keputusan. Keputusan untuk berani mengambil keputusan dan melakukannya. Ah, rumitnya. Tapi dibalik itu semua aku tetap percaya bahwa waktu akan menyembuhkan semuanya dan kita akan terbebas dari penjara perasaan bernama cinta. 


100319/11:16am

Tuesday, August 21, 2018

Kembali

hai, bagaimana ?
sudahkah kau menemukan jawaban
mengapa kita dipertemukan
setelah kita berpisah di persimpangan,
berjauhan,
dan berbisuan?

apakah kau bisa kembali hangat
meski orang-orang sekitar menghujat,
atau lidahmu justru bersilat
hingga kita tak lagi dekat ?

20.47
21082018

Sunday, July 29, 2018

Dibalik jendela

Tutup tiraimu, sayang
Matahari senja itu terlalu terik untukmu
Dia memang indah dari balik jendela
Tapi sungguh dia akan menyakitimu
 jika kau buka tirai jendelamu
Percayalah padaku
Dia memang hangat
Tapi dia akan membakarmu
 jika kau buka jendelamu

Kau masih tak percaya ?
Amatilah bagaimana dia bercumbu dengan jingga
Lalu kembali ke peraduan
dan meninggalkanmu sendirian
dibalik jendela itu

Sungguh tutuplah jendela dan tiraimu sayang
Apa kau tak ingat bagaimana ia yg katanya mencintaimu saat senja itu membakarmu saat siang ?

Sekali lagi kuingatkan,
Tutuplah jendela dan tiraimu
Biarkan senja berlalu menjadi kelabu, sayang
kau terlalu cantik untuk jadi abu


2.40am 29072018

Thursday, July 26, 2018

Senja Seluma



Senja disini berbeda dengan senja yang biasa ia temui di ibukota. Indah, jingga, dan menenangkan. Sungguh, Maha Besar Tuhan yang telah menciptakan senja begitu cantik di sini. Senja disini seperti seorang gadis menanti lelakinya. Selalu kembali dengan rona jingga yang sama. Mendebarkan, mengesankan. Tak peduli hujan yang muncul siang tadi, senja selalu hadir menyenangkan. Senja yang begitu memikat menjadi pengingat untuk istirahat. Senja seringkali membangkitkan sendu meski tak jarang memunculkan rindu. Senja selalu bisa menderingkan lagu rindu dalam kepalanya. Rindu pada ibukota ? Bukan. Rindu pada sesosok lelaki berpunggung indah yang berada di kabupaten sebelah. Lelaki yang sama seperti senja. Sendu, namun memukau dan membuat rindu.

“Ini senja di Seluma, bagaimana senja di sana ?”
“…”
“Kau tau, aku baru saja bermain-main di pantai, aku bertemu nelayan yang membawa ikan pari. Ini fotonya. Pantainya masih sepi, memang tak sebagus pantai di kota, tapi sungguh menenangkan.”
“…”
“Ah iyaa, tadi aku terjatuh dari sepeda motor.”
“…”
“Kau harus menyempatkan berlibur yaa.”
“Tak bisakah kau diam? Kita disini bukan untuk berlibur.”
“Ah iyaa, maaf…”

Sendu.

Namun, ia memilih untuk mengabaikan perasaan itu. Baginya, sudah sewajarnya laki-laki itu mengatakan demikian karena tanggung jawab yang dipikulnya. Dan ia memilih bahagia bersama teman-temannya. Kali ini saja. Sekali ini saja, meski perih di kakinya semakin terasa.


20180719_17.38

Friday, May 11, 2018

April

April
(Fiersa Besari)

Coba tanya hatimu sekali lagi 
Sebelum engkau benar-benar pergi
Masihkah ada aku di dalamnya 
Karena hatiku masih menyimpanmu 
Kisah kita memang baru sebentar 
Namun kesan terukir sangat indah 
Ku memang bukan manusia sempurna
Tapi tak pernah berhenti mencoba

Membuatmu tersenyum 
walau tak pernah berbalas
Bahagiamu juga bahagiaku
Saat kau terlalu rapuh 
Pundak siapa yang tersandar
Tangan siapa yang tak melepas
Kuyakin aku...

Bahkan saat kau memilih 
Untuk meninggalkan aku 
Tak pernah lelah menanti 
Karena kuyakin...
Kau akan kembali

Ada engkau dalam setiap doaku 
Sungguh aku rindu berbagi tawa
Kini kita tidak lagi menyapa
Biarlah hanya dari kejauhan 

Melihatmu tersenyum 
Walau tak pernah berbalas 
Bahagiamu juga bahagiaku 
Saat kau terlalu rapuh 
Pundak siapa yang tersandar
Tangan siapa yang tak melepas 
Kuyakin aku...

Bahkan saat kau memilih 
Untuk meninggalkan aku 
Tak pernah lelah menanti 
Meski ku dan kau tak akan kembali. 

Masih berharap 
Karena kuyakin..
kau akan kembali 

Friday, August 18, 2017

Sesederhana Itu

aku bahagia
sesederhana itu

melihat tanda abu itu berubah biru
sesederhana itu

melihat "mengetik" berwarna hijau
sesederhana itu

melihat "bos kecil" dalam penggalan video
sesederhana itu

melihat "online" di bawah tiang
sesederhana itu

Wednesday, August 2, 2017

Musicbox

denting musicbox memecah hening
menyampaikan pesan kepergian lelaki berpunggung indah itu
"aku pergi sekarang"
       "cepatlah kembali,
         aku ingin kita jalan-jalan"
"maaf aku sibuk
tak suka jalan-jalan"

hening
tak ada lagi denting musicbox
hingga matahari bangun dari lelap tidur
sementara bulan
meski tertutup mendung
tak sedikitpun nampak akan terlelap

Monday, January 30, 2017

Bagaimana?

Bagaimana seandainya kamu mati-matian mempertahankan perasaanmu kepada seorang laki-laki yang jelas-jelas sulit untuk kamu miliki sepenuhnya hingga membuatmu mengabaikan teman-temanmu yang sepenuhnya ingin kamu baik-baik saja?

Bagaimana seandainya laki-laki yang kamu sayangi, mengabaikan semua perhatian yang kamu berikan kepadanya ketika seharusnya kamu yang lebih pantas diperhatikan?

Bagaimana seandainya laki-laki yang kamu sayangi, tak lagi menatapmu penuh cinta tapi menatapmu hina dan murka?

Bagaimana seandainya laki-laki yang kamu sayangi, sungguh-sungguh kamu sayangi, perlahan mencampakkanmu karena kamu melakukan suatu kesalahan yang menurutnya mirip dengan kesalahan wanitanya di masa lalu sementara saat itu, kamu tengah setulus hati memberikan semua hatimu padanya dan telah menghapuskan semua kenangan antara kamu dan laki-laki lain sebelumnya?

Bagaimana seandainya laki-laki yang kamu sayangi, mulai menjalin hubungan dengan wanita lain ketika kamu mengira dia sedang sibuk dengan tugas-tugas akademik dan organisasinya ?

Bagaimana seandainya laki-laki yang kamu sayangi, terang-terangan mengatakan kepada sahabatmu bahwa dia menyayangi orang lain selain kamu dan sahabatmu tidak memberitahumu tentang hal ini dengan alasan agar kamu mengetahui sendiri sementara pada saat yang sama kamu tengah mati-matian mempertahankan hubunganmu dengan laki-laki itu?

Jawablah, itulah yang aku rasakan (dan mungkin juga kamu rasakan nanti).

Wednesday, November 2, 2016

Jangan Lupa, Aku Juga Bisa Melupakanmu


     Aku paham betul, kamu dan aku punya hidup masing-masing. Aku punya duniaku (meski sebenarnya aku lebih suka menyebut duniaku adalah kamu), sementara kamu juga punya kehidupanmu. Kita hanya terikat kesepakatan menjalani hubungan asmara. Sebab, aku meyakini kamu juga meyakini perasaan yang sama. Itulah yang membuat kita sepakat. Bahwa selain keinginan memiliki, kita dimiliki oleh sesuatu yang berasal dari hati –cinta. Aku tidak bermaksud melarangmu menjalani apa saja yang ingin kamu jalani. Aku juga paham bagaimana rasanya dilarang melakukan hal yang aku sukai. Aku juga sangat mengerti bahwa setiap orang butuh kebebasan.
     Setiap orang butuh dipercaya agar betah menjaga perasaan yang ia punya. Sebab itu, aku memberimu kesempatan untuk menikmati hari-harimu tanpa aku. Kamu kubebaskan memilih jalan hidup yang ingin kamu lalui. Aku juga tidak akan memaksamu untuk begini dan begitu sesuai yang aku mau. Aku ingin kamu merasa aku adalah kekasihmu. Seseorang yang akan menjadi teman hidup –tempat ber-iya bersepakat menjalani hidup. Namun, kadang kamu terlalu asyik dengan duniamu. Kamu seolah lupa, bahwa aku menanti kabarmu. Kamu seolah lupa bahwa ada seseorang yang selalu ingin tahu keadaanmu. Kadang, kamu tidak mengabariku berhari-hari. Aku masih saja meyakini kamu masih orang yang sama. Seseorang yang aku percaya, bisa menjaga apa yang aku percayakan kepadamu.
     Semakin hari aku merasa kamu semakin berbeda. Kamu tidak semanis dulu saat pertama menyatakan cinta. Kamu tidak seperti dulu saat semua masih awal kita menjalani semua. Kamu menjadi asing bagiku. Kamu bukan orang yang kukenal lagi. Kamu terlalu asyik dengan duniamu sendiri. apa aku lelah dengan semua ini? Tidak. Aku tidak lelah. Karena itu aku masih bertahan memahamimu. Barangkali, beginilah kamu sebenarnya. Tentu itu tidak akan membuatku menyerah. Namun, kamu seharusnya paham, jika kamu benar-benar masih ingin bersamaku, kamu akan menjadi orang yang seperti dulu. Aku juga tidak menuntut hal yang berlebihan. Aku hanya ingin tetap bertukar kabar. Menjaga komunikasi agar tidak ada salah paham dalam hati. Jangan menghilang, seolah aku tidak pernah menunggumu pulang.
     Aku tidak menuntut banyak. Lakukanlah sewajarnya. Sebab aku adalah kekasihmu. Orang yang selalu mencemaskan keadaanmu saat kamu tak ada kabar. Jangan buat aku lelah. Lalu, aku memilih menyerah. Berlakulah seperti sebelum kita terasa jauh seperti ini. jika kamu memang masih berkeinginan kita utuh menjaga dua hati. Ingatlah, bahwa aku selalu mengingatmu. Sungguh aku tidak ingin menyerah dan membiarkan semuanya menjadi masa lalu. Aku masih ingin memperjuangkan kita. Aku masih ingin mencintai kamu saja. Namun, aku manusia yang ada batas lelahnya juga. Jangan lupa, aku juga bisa melupakanmu.


Boy Candra | 15/02/2015
Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai

Resensi Novel Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai



Judul buku     : Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai
Penulis             : Boy Candra
Penerbit          : Media Kita
Tebal buku     : viii + 240  halaman
Cetakan          : Cetakan Keempatbelas, 2016
Ukuran            : 13 x 19 cm
ISBN
                : 979-794-499-9
                                                                                        
Buku ini saya persembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang pernah mencintai, tapi dikhianati. Juga yang pernah mengkhianati, lalu menyadari semua bukanlah hal baik untyk hati. Kepada orang yang jatuh cinta diam-diam, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama, dan hal-hal yang lebih pahit dari itu. saya pernah ada di posisi kamu saat ini. mari mengenang, tapi jangan lupa jalan pulang. Sebab setelah tualang panjang ke masa lalu, kamu harus menjadi lebih baik. Dan mulailah menata rindu yang baru.
Katakan kepada masa lalu:
Kita adalah cerita yang telah usai.


Buku yang pertama terbit pada Juni 2015 ini adalah buku nonfiksi kedua dari Boy Candra, bercerita tentang kepahitan-kepahitan yang dialami seseorang yang jatuh cinta. Cerita-cerita tersebut dikemas seperti dalam suatu catatan harian. Terbagi dalam 7 bagian, buku ini seperti menceritakan bagaimana perasaan-perasaan seseorang yang sedang mengalami pahitnya cinta. Seperti yang ditulisnya sebagai “sinopsis” di sampul belakang buku, buku ini membuat kita mengenang masa lalu. Sekaligus menyadarkan kita bahwa masa lalu hanya cukup untuk dikenang dan dijadikan pelajaran. Cocok untuk dibaca oleh orang yang sedang patah hati agar tersadar bahwa hidup tetap harus dilanjutkan. Seperti kutipan dalam buku ini “Di dunia ini banyak sekali hal ajaib yang bisa kamu dapatkan. Bahkan dalam hal yang mungkin menurutmu terburuk sekalipun.
Bagian pertama dari buku ini adalah tentang “Hujan dan hal-hal yang disimpan”. Begitu banyak kenangan dari hujan. Kenangan manis yang seringkali berujung tangis. 
Buku ini sedikit banyak membuat kita mengerti bagaimana perasaan orang lain, terutama orang yang kita cintai. Sebab tak jarang, perpisahan yang kita alami bukan karena dia yang membuat masalah, tetapi kita yang bermasalah.

Buku ini seperti “curhatan laki-laki” tentang beberapa kisah cinta yang dialaminya dan sulit ia lupakan. Selain “Hujan dan Hal-Hal yang Disimpan”, buku ini mengandung 6 bagian yang lain, yaitu :
·         Senja yang Manja dan Luka yang Membalut Dada.
·         Terima kasih Pernah Ada, meski Sekadar Rahasia.
·         Kepada Seseorang yang Betah Dalam Ingatanku, Meski Kamu Tidak Kubutuhkan Lagi.
·         Semakin Aku  Cinta Kamu, Semakin Kita Saling Menusukkan Pisau.
·         Kepada Diriku Sendiri; dengarkan ini dengan baik-baik.
·         Sebab, Kini Kamu Telah Denganku, Kenangan Lalu Biarlah Sebagai Masa Lalu.

Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai tak hanya berisi tulisan. Tetapi juga beberapa ilustrasi-ilustrasi yang menarik dengan kutipan-kutipan yang mendukung.
Nah berikut ini adalah sepenggal kisah dari Senja, Hujan, & Cerita yang Telah Usai


“...Namun, kini seolah sedih dan hujan adalah teman sejalan. Aku tidak lagi bisa memelukmu saat hujan turun. Meski setiap kali hujan turun, aku selalu bisa memelukmu dalam ingatan. Seseorang yang dulu bersikeras mengajakku bertahan. Katamu, apapun yang terjadi tetaplah denganku. Begitu manis dan selalu menguatkan. Hal yang akhirnya sulit membuatku merelakanmu, bahkan dalam ingatan. Kamu menjadi kisah sedih yang kini meninggalkan pedih. Setiap kali hujan turun aku kembali mengenangmu. Ingin lari, ingin menyudahi, tapi hati dan segala hal yang pernah terjadi tak mau lagi peduli. Hujan kini tak lagi semenyenangkan saat bersamamu. Hanya turun dengan rasa rindu yang berakhir pilu.”

Tuesday, November 1, 2016

Mencari Cinta Sejati - Cakra Khan

Hembusan angin meniup wajah alam
Mataku tak berkedip menatap langit
Terlalu luas tak bertepi pandang 
Bisakah aku menyentuh awan

Berwaktu-waktu aku mengasuh rasa
Mendengarkan jiwaku berkata-kata
Tak mungkin aku abaikan kata hati
Kuharus jujur pada hatiku

Kau dan aku tak bisa bersama
Bagai syair lagu tak berirama
Selamat tinggal kenangan denganmu
Senyumku melepaskan kau pergi

Engkau bukanlah sebuah kesalahan
Tak pernah aku menyesal mengenalmu
Tapi biarkanlah aku terbang bebas 
Mencari cinta sejati

Berwaktu-waktu aku mengasuh rasa
Mendengarkan jiwaku berkata-kata
Tak mungkin aku abaikan kata hati
Kuharus jujur pada hatiku

Kau dan aku tak bisa bersama
Bagai syair lagu tak berirama
Selamat tinggal kenangan denganmu
Senyumku melepaskan kau pergi

Kau dan aku tak bisa bersama
Bagai syair lagu tak berirama
Selamat tinggal kenangan denganmu
Senyumku melepaskan kau pergi

Infinity - One Direction

Down to Earth
Keep on falling when I know it hurts
Going faster than a million miles an hour
Trying to catch my breath some way, somehow

Down to Earth
It's like I'm frozen, but the world still turns
Stuck in motion, and the wheels keep spinning 'round
Moving in reverse with no way out

And now I'm one step closer to being two steps far from you
When everybody wants you
Everybody wants you

How many nights does it take to count the stars?
That's the time it would take to fix my heart
Oh, baby, I was there for you
All I ever wanted was the truth, yeah, yeah
How many nights have you wished someone would stay?
Lie awake only hoping they're OK
I never counted all of mine
If I tried, I know it would feel like infinity
Infinity, infinity, yeah
Infinity

Eyes can't shine
Unless there's something burning bright behind
Since you went away, there's nothing left in mine
I feel myself running out of time

And now I'm one step closer to being two steps far from you
When everybody wants you
Everybody wants you

How many nights does it take to count the stars?
That's the time it would take to fix my heart
Oh, baby, I was there for you
All I ever wanted was the truth, yeah, yeah
How many nights have you wished someone would stay?
Lie awake only hoping they're OK
I never counted all of mine
If I tried, I know it would feel like infinity
Infinity, infinity, yeah
Infinity, infinity, infinity

How many nights does it take to count the stars?
That's the time it would take to fix my heart
Oh, baby, I was there for you
All I ever wanted was the truth, yeah, yeah
How many nights have you wished someone would stay?
Lie awake only hoping they're OK
I never counted all of mine
If I tried, I know it would feel like infinity
Infinity, infinity, infinity, infinity, yeah
Infinity


Sunday, October 16, 2016

and I will try to fix you

And I will try to fix you.
Coldplay – Fix You

Rabu malam, 17 Februari 2016. Aku berusaha keras mengingat kembali materi apa yang telah diberikan dosenku. Semester pertama ini benar-benar berat untukku. Libur panjang setelah lulus SMA kemarin benar-benar liburan untukku. Tak sekalipun aku menyentuh buku-buku latihan soal seperti beberapa bulan menjelang ujian akhir. Inilah akibatnya, aku tak dapat menerima materi yang diberikan oleh dosenku di semester pertama ini. Padahal sebenarnya materi-materi yang beliau berikan sedikit banyak sudah pernah aku dapatkan saat SMA. Kebiasaanku selama semester pertama ini pun buruk. Bagaimana tidak? Hampir setiap sesi kuliah aku tertidur. Yaa... kebiasaan selama masa orientasi telah membuatku seperti ini. Dan akhirnya waktu ujian akhir semester satu pun tiba. Aku kelabakan. Hanya seujung kuku materi yang aku bisa. Disinilah aku sekarang, dalam kamar, berkutat dengan berlembar-lembar soal matriks dan kertas coret-coret di saat teman-temanku bercanda ria di ruang tv.
Aku mencoba mengerjakan satu soal. Soal itu memintaku mencari general invers dari sebuah matriks. Sebenarnya sudah berkali-kali aku menemukan soal semacam ini, tetapi tetap saja aku jarang mendapatkan hasil yang tepat. Kurang teliti adalah kelemahanku. Berkali-kali kucoba, aku tetap tak menemukan jawaban yang seperti didapatkan oleh temanku tadi sore. “Tuhan, serumit inikah?”
Frustasi, aku mengambil makanan ringan di sudut kamar. Kata mamaku, “kamu ga akan bisa mikir kalau perut kamu lapar.” Yaa aku berharap setelah makan aku bisa kembali fokus dan teliti. Satu menit, dua menit, sampai makanan ringan itu habis, aku memainkan ponselku. Ini adalah kebiasaan burukku dalam satu semester ini. 
Ting.... sebuah pesan masuk ke ponselku. Aku mengerjap. Kulirik jam dinding, 10.30. Aku mengambil handphone yang tergeletak di samping buku aljabar linear. Setelah makan cemilan tadi aku kembali membaca ringkasan materi lalu ketiduran dengan posisi masih memegang pensil dan ringkasan materi. Aku melihat nama pengirim pesan, Rama.
 “Mell...”
“Dalem”
“Aku pernah sakit, bekasnya sangat dalam dan selalu tiba-tiba muncul, tolong bantu aku sembuh.”
“Aku bisa bantu dengan cara apa?”
“Kamu tau caranya. Aku serius. Yang aku rasakan bukan susah move on atau ingin balikan, ini sakit Mell. Jadi tolong jangan samakan dengan orang yang dulu. Kamu....”
“Aku harus bagaimana untuk membantu kamu? Kamu ingin aku bagaimana?”
“Tetap seperti sekarang yang selalu hibur aku. J kamu seperti ini saja aku sudah senang. Maaf kalau aku menuntut sesuatu tapi aku tidak memaksa kamu kok“
“Iyaa aku coba J. Tak apa, aku mengerti.”
“Tidur Mell, maaf aku ngelantur. Tapi ini saatnya aku keluarkan semua yang dahulu.”
Aku tak terlalu paham dengan apa yang dimaksud Rama. Aku menanggapi perkataan Rama dengan denotatif. Sesaat setelah itu aku membuka profil akun sosial Rama, di sana tak lagi terpasang fotonya bersama Iswari. Aku membaca kembali pesannya. Otakku memutar mencari makna perkataannya.
Dia ingin aku tetap bersamanya, dia ingin aku membantunya melupakan kenangan buruknya bersama Iswari. Dia ingin aku tak menyamakannya dengan lelaki yang mendekatiku sebelumnya. Dia ingin...

Lamat-lamat terdengar suara lagu Fix You dari kamar sebelahku. “Iya Ram, I will try to fix you” kataku dalam hati dan aku kembali terlelap. 

Monday, January 11, 2016

IPA 1 Smanda 13-15

1.       Afifah Nada Pratiwi
Salah satu minionnya IPA 1, rambut lurus, punya mata yang mirip boneka, menggemaskan, pacarnya amar. Nih anak termasuk cah properti yang strong waktu lomba drama, punya film buanyaaak. Rumahnya di deket smp 9, laptopnya sering jatoh waktu di kelas.  
2.       Amar Ma’ruffi Bachtiar
Gak bisa diem, rame, jago di berbagai bidang olahraga, jago main gitar, sering jadi moodbooster waktu anak2 lagi suntuk. Bisa beatbox, sering usil sama guru
3.       Annisa Tutut P
Penari jawanya ipa 1, bulu matanya lentik bingits, anak paski, kpopers, duduknya di sebelah rikza dibelakang yossy. Kalo ngomong sih suaranya biasa, begitu jadi pemimpin barisan di lapangan... wuuusss suaranya luar biasa.
4.       Arif Ma’aruf A
Kecil Item kurus, anak ssa, masternya agama, suka bawa tasbih di sekolah, paling muda di kelas kayaknya
5.       Arya Ardhya Dewi
Arsiteknya ipa 1, anak teater, rambutnya lurus, putih, cantik, penata rambutnya cewek-cewek IPA 1, nge-fans sama taylor swift. Punya tanggal lahir yang sama dengan arif cuman ardhya satu tahun lebih tua. Gambarnya bagus. Waktu drama jadi “putri Ayu”. Rumahnya di Palebon
6.       Astrilia Devita
Rapunzelll! Rambut panjang kepang satu jadi ciri khasnya dia. Suaranya kecil bangeet tapi keren, kurus, anak padus, rumahnya di tlogosari, motornya beat pink. Punya kakak yang rambutnya panjang juga. Waktu ulang tahunnya ardhya dandanan dia mirip kayak sailor moon.
7.       Ayudya Wisma Hapsari
Kalo ini “maudy” ayudya. Item manis, cantik tapi paling ga suka kalo dibilang cantik, tiap dibilang cantik selalu bilang “ah kamu jangan gitu” sambil nyubit lengannya yang ngomong. Punya lesung pipi, rambutnya panjang dan coklat. Anak pucanggading. Dipanggil “koprol” gara-gara suka main yahoo koprol. Suaranya keren, ngalahan, lembut. Nih anak punya tanggal lahir yang sama dengan Kurnia. Nih anak selalu mau diajak kemanapun. Jadi “Putri Manis” waktu lomba drama.
8.       Binarky Rahajeng Suryandari
Ini minion juga, katanya sih sunda bule. Suka ngomong pake bahasa sunda, punya bodi yang ehem, berjilbab, suka selfieee, sering cabut waktu pelajaran buat ngurusin paski. Cantik, putih. Jadi incerannya Adiba, tapi suka sama orang lain yang mukanya chinese. Jago edit foto. Waktu ngedit video campursari di rumahku dia jatuh di halaman pas mau pulang. Sering pake wedges/sejenisnya biar tambah tinggi tapi waktu di ulang tahunnya ardhya hak sepatunya copot.
9.       Brilian Pungky Widodo
Prince nya IPA 1, suaranya pelan dan rada ga jelas. Kalo bisa ngajak nih anak sholat bakal dapet nasi goreng dari dyo. Perantau dari Blora dan dia bilang dia orang paling keren se-Blora. Ada mirip dikit sama petra sihombing, putih, jago main gitar, memel. Anak basket dan jadi striker tim futsal kelas tapi takut panas. Tinggi, badannya tegap, perut rata (sekilas), cuman bokongnya itu sexy bingiitss (buncit), lebih sexy dari anak cewek. Punya kumis lele, bulu kakinya lebat. Matanya coklat. Suka dengerin musik di kelas tapi headsetnya pinjem. Ditaksir baanyak cewek –katanya. Pernah nyanyiin “baby blue eyes” buat indri waktu brili ulang tahun, terus mereka foto bareng –brili jarang foto berdua sama cewek. Punya kebiasaan gigit bibir, baik waktu pelajaran maupun waktu selfie. Pernah nyaris jadian sama anak kelas sebelah tapi gagal. Temen sekelompokku waktu biologi, campursari, drama sejarah, etc. 
10.   Dany Lesmana Hakim
Putra solo, awalnya iseng manggil dia kayak gitu ternyata memang dia punya rumah di solo dan selalu pergi kesana tiap weekend. Selalu update keberadaannya dia. Selalu stay cool di kelas, jarang ngobrol sama anak-anak cowok yang lain. Punya stock tisu buanyaak dan sering diminta sama anak2. Putih, memel, bokong sama perutnya 11-12 sama fakhrul. Motornya warna oren. Temen sebangkunya Dhani (Desti) dan tempat duduk mereka di pojok depan guru.
11.   Desti Puspandhani
sahabat karibnya dany, ini anak ekspresif banget. Cocok jadi apa aja kalo ada dramaa. Meskipun gendut, desti tetep aktif kok.  Gagal diet!
12.   Dwi Nugrahini Tri Kusumaningruum
Minion....! anak perempuan tertuaa, galau antara KIR sama SDP, motornya mio ijo dengan helm kodok warna ijo. Sering diejek gara-gara jomblo (padahal yang jomblo ga cuman dia). Sering ikut lomba KIR bareng sama aku. Dia dikabarkan dekat dengan beberapa cowok, namun sayangnya dia cuman dapet harapan palsu. Lagi menjalani hubungan tanpa status sama anak cowok di kelas ini. Sering banget jatoh waktu naik motor, calon pembalap katanya. Wajahnya sedikit kotak, hijaber baru, Putih, kurus, berkacamata, cantik.
13.   Fakhrul Amal
Punya perut dan bokong yang aduhaiii.... (baca:buncit) ketua kelas XI IPA 1, Wakil Ketua Osis, suka kentut, suka iseng ngegangguin anak-anak yang lain, moodbooster. Biarpun perut dan bokongnya buncit, nih anak punya kharisma tersendiri yang bisa bikin cewek klepek-klepek. Kumisan terus suaranya serak gitu. Ketua kelas yang bertanggung jawab dan berwibawa. Sering telat ngumpulin tugas dan keluar kelas jadi sering kena omel. Temen sebangkunya Brili. Mirip kayak om-om juga. Nih anak udah fitness –katanya- tapi gak kurus-kurus juga. Waktu ada pendataan TB dan BB dia obesitas. Temen sekelompokku waktu biologi, campursari, senam , etc.
14.   Hanna Chintya Febriani Gunawan
Calon arsitek yang sering dibawain bekal sama pacarnya. Cantik, berkacamata, Putih, kayak bule. Asli Mataram, NTB. Rambutnya lurus, pirang dan panjang. Sekretaris IPA 1. Sering pulang bareng sama aku. Pernah diserempet terong-terongan waktu pulang sama pacarnya dan mengakibatkan mereka berdua luka-luka. Hanna luka di wajah dan gak masuk selama seminggu, begitu masuk... tetep cantik. Temen sebangkunya Hini.
15.   Indriani Wijaya
Kalo calon dokter yang satu ini temen sebangku aku. Anak tunggal pewaris tahta keluarga indra –apaasiiih. Fans-nya BPW. Putih banget, berkacamata, cantik. Kita sering main ke rumah nih anak soalnya banyak makanan di sana. Polos. Pernah dijudge sama anonim di ask.fm gara-gara seseorang. Suka nge fans sama artis-artis ganteng kayak billy davidson, petra sihombing, teuku rassya, etc. Kurnia sama ajeng sering pinjem hp dia buat selfie –sama aku juga sihh, wkwk.
16.   Ivana Vicky Adriani
Sutradara, asli karangawen cuiii. Hijaber. Kata orang mirip sama umi pipik. Jago voliii. Ketawanya cetar, dulu pernah ditembak sama dyo dan sampe sekarang tempat duduk mereka sebelahan.
17.   Kheptin Mentary Farizha
11-12 sama Ayudya, sama-sama punya lesung pipi, katanya mirip maudy ayunda, jadi dipanggil “Tina Maudy” ngalahan, suara sama tawanya khas banget. nih anak punya kembaran, namanya Sherlin Mentary Farizha. Punya pacar anak psikologi undip semester akhir. Waktu beli kain buat drama dianterin sama pacarnya naik grand livina dan itu berhasil bikin anak2 cewek yang liat iri –untung aku ga liat. Badannya tegap, maklum dulunya anak paski dan ayah dia polisi. Aku sama nita pernah dikasih jus alpukat sama pacarnya dia sebelum beli kain buat drama. Waktu ke bali, dia duduk disebelahku waktu di bis, cuman pas pulang dia sakit. Pukpuk :’)
18.   Kinkind Raras Heliani
Anaknya bikin gemes:"), badannya gede, pinter, kalo ketawa subhanallah:'), ksygn BuZub, baik. Jago debat, punya pacar yang gak jelas keberadaannya. Suka sama Yunanto + Brili.
19.   Kurnia Prima Hapsari
Galauers Cantik, putih, perangkonya Ajeng, tinggi, cungkring, lagi cinlok katanya sama aak uun (yunanto), ketawanya kaya toak, pernah naksir PPL yang gaje.
20.   Nita Amalia Putri
Mancung! Dia dipanggil mancung bukan karena dia mancung, tapi sebaliknya. Dia ikut audisi Mbak Smanda cuman gak lolos. Punya banyak stok kebaya di rumahnya. Nita punya aura yang bikin orang di sekitarnya nyaman sama dia. Dia punya selera humor yang bagus. Anak pramuka yang sering ikut lomba dan menang. Dia bisa ngejahit baju sendiri. tempat duduknya di sebelah yoga, di depanku. Kreatif punyaaa. Cantik, pipinya kayak klepon, item manis. Belakangan sering dapet bunga dari secret admirer qiqiqi.
21.   Novi Bintari
Putih, pinter, cantik, modis, punya anjing di rumahnya, banyak kisah cintanya sama pacarnya, rambutnya panjang. Pernah dapet bunga dari secret admirer juga.
22.   Noza Millatul Kafa
Aku. Masih suka tidur di kelas
23.   Reydha Pulpy Mayo
Anak pramuka Cantik, anak Pramuka, pinter akting, tinggi, kurus, dulu rambutnya panjang skg jadi pendek, prnah pcaran sm kakak kls
24.   Riema Meristella Setya Kartika
Nih anak cantiknya gak ketulungan, cantik buanget. Putih, mancung, sipit, hijaber, berbehel, miopi. Dia model. Modis, kece badai. Punya gaya yang khas kalo selfie. Pernah susah-susah nyari tas di olshop, begitu dapet dan dikirim, dua hari kemudian resleting tasnya bermasalah, padahal mahal. Bercita-cita pengen jadi dentist. Waktu ulang tahunnya yang ke 17, dia dikerjain sama guru fisika sampe bercucuran air mata. Perhatian sama temen, hal ini terbukti dari kebiasaannya dia yang inget ulang tahun anak2 dan pas di hari H, tuh anak dikasih kejutan. Nge fans sama salah satu guru di sekolah sampe pengen jadi TTM nya tuh guru –oke, kalo ini gila. H-1 drama, dia berantem sama aku gara-gara tiang penyangga background. Dan yang bikin geli, sehabis drama adegan berantemku sama dia diparodiin. Buanyak yang bisa diceritaain J
25.   Rikza Ikhwarrotul ‘Aeny
Minion...! hijaber, kaki sama tangan dia putiihh banget. Waktu kecil pernah jadi korban malpraktek alhasil di pahanya ada semacam lubang gitu. Anak padus, bisa nggitar, suaranya bagus banget sampe bikin orang satu bis tercengang waktu perjalanan ke bali. Nih anak polos saking polosnya gatau “bercinta” itu apa, yang dia tau “bercinta” itu saling mencintai. Anak pucanggading. Dia lebih tua 2 hari daripada aku. Cantik, jones katanya.
26.   Ruth Ditya Agustina
Keibuan, jadi tumang waktu drama bahasa inggris Cantik, keibuan, pinter, tinggi, cungkring, anak Padus, kalo ngomong alus banget, jago b.indonesia,
27.   Sakha Dyota Adhi Pradhana
Dukun Memel, item, anaknya pengacara jare, sukabgt ngePES, soibnya Satrya, kalo ada kegiatan kls pasti dia ngajak Satrya. Sekomplotan sama Brili & Fakhrul.
28.   Teguh Cahya Pradana
Ariel, tinggi, cungkring, anak mama sekale,plengeh,gaje, suka salting kalo dipuji sm guru,suka pulng duluan kalo keg Kls. Waktu disuruh baca puisi malah musikalisasi puisi dengan gaya mirip Ariel NOAH
29.   Vichi Andrean Putra
Masao, Cowok, sipit, kriting, sukanya ngePES, soulmatenya Yuyun, suka GO, hooby futsal, cerewet banget. Suka nyanyi-nyanyi sendiri di kelas plus godain mam Lin dengan kata “sabar maam” diem-diem jadi guru les.
30.   Widhi Prakoso
Polos tapi pinter. Ada yang bilang kalo nih anak sebelahan sama brili maka dunia sempurna, banyak yang ngefans juga, rajin sholat dhuha, sedikit kekanak-kanakan. Nih anak digosipin sama hini, PHP juga katanya. Rumahnya di tlogosari, di belakang toko bangunan. Tinggi gilee... sering jemput aku buat pergi ke ulang tahun temen. Jadi “pengawal raja” waktu di drama. Matanya sayu, pipinya tembem, kata anak-anak sih ganteng, kalo kataku dia plengeh. Dia kipernya Ipa 1, punya banyak cara buat nangkep bola cuman semuanya lebay dan alay.
31.   Yesaya Putra Riksawan
Yes-saya. Kakaknya arip jare. Punya tawa yang cetar badai ulala, khas banget gitu. Rambutnya lebat dan sedikit gondrong, kayak brili gitu. Jago edit video. Waktu drama dia banyak ngasih solusi buat masalah properti, cuman dari solusi yang dia kasih selalu menimbulkan masalah baru. Selama buat properti ada satu hal yang selalu jadi pertanyaan dia ke aku sama anak prop yg lain  “bisa berdiri gak nanti propertinya?” jago di pelajaran fisika. Waktu drama dapet peran sebagai pengawal raja bareng sama widhi. Kata temen aku, nih anak keren.
32.   Yoga Putra Pratama
Panggil aja yogawl soalnya selalu menganggap dirinya gaul. alay maximal, swag. fans berat taylor swift, sampe rela beli banyak cornetto. seru, hampir kayak ‘wendi’ di ABG jadi manten. Putih, tinggi, kurus, agak bungkuk, rambutnya kruwel-kruwel. Alisnya seperti bulan tanggal 1. Hobi badminton, dan gak pernah main futsal bareng cowok yang lain. Waktu drama dia jadi “Raaja Cihuahua”. Saking kurusnya nih anak, waktu drama susah banget nyariin kostum buat dia. Bendaharanya IPA 1, Pinteeeer. Kesayangannya bu zub J
33.   Yossy Pramesti Putri
ossylikekorea, cantik, rambutnya keriting, agak jerawatan dikit, selalu bawa kipas kemanapun pergi tapi pinter. Dia jualan pulsa, dan anak-anak yang beli pulsa di dia kudu rela ditagih uang pulsa kapanpun dan dimanapun.Ini anak K-popers, fans beratnya EXO, waktu KWK hidung nya belang gara-gara kepanasan terus, sering kecewa gara-gara anak kelas, suka bingung, mengidap virus kepojokan gara-gara duduknya selalu di pojok. Yossy sering jadi temen curhat aku, dia yang lihat dan tau semua air mata aku –ah lebay. Dia termasuk cah properti yang strong, bareng sama aku, hini, dan nada. Pernah nangis gara2 drama, pernah juga nangis di bahu aku, terus nangis waktu abis dari pantai kuta. Punya poni badai. Pernah kecewa dan nangis gara2 ga dapet tebengan waktu mau ditraktir karaoke sama rikza. Intinya, nih anak sering KECEWA. Haha :D
34.   Yunanto Anggoro Jati

Yuyun, dia pemeran utama di drama kelas kita, dia berperan sebagai JOKO KENDIL versi jelek. Yunanto juga punya improvisasi yang menarik dan mengundang gelak tawa waktu drama. Nih anak punya logat bicara yang khas dia banget. Di kelas duduk sama vichi. Selalu ngerapiin rambut waktu abis pake helm dan turun dari motor. Motornya jupiter biru dan helm warna merah. Gosipnya sih dulu pernah suka sama kinkind, terus sama kurnia. Sering nyanyi dan suaranya bagus. Lagu yang pernah dia nyanyiin diantaranya Dan, Sandiwara Cinta, mencintaimu sampai mati. Dia punya rambut mohawk. Cocok jadi bintang iklan penghilang jerawat –banyak jerawatnya, ups. sering plengeh dan agak pendiem tapi sering juga nyeletuk dan celetuknya lucu so bisa jadi moodbooster.